Blog

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Raih detikSumatera Awards Kategori Keamanan-Ketahanan Energi

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Raih detikSumatera Awards Kategori Keamanan-Ketahanan Energi

    Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho meraih penghargaan detikSumatera Awards 2026 (Foto: Rio Roma Dhoni)
    Jakarta – Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho meraih penghargaan detikSumatera Awards 2026 untuk kategori Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya.
    Polda Sumsel meraih penghargaan tersebut atas program-program yang telah dijalankan untuk menjaga keamanan kamtibmas, serta mendukung ketahanan energi di wilayah Sumsel.

    Penghargaan itu diterima langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho saat di acara detikSumatera Awards 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026) malam. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Transmedia Latif Handoko.

    Sebagai informasi, detikSumatera Awards 2026 turut digagas detikSumut dan detikSumbagsel sebagai regional detikcom untuk wilayah Pulau Sumatera. Acara ini disiarkan langsung melalui platform resmi detikcom, detikSumut dan detikSumbagsel.

    Ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi bagi para tokoh, institusi pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga korporasi swasta yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan dan kemajuan Sumatera.

    ADVERTISEMENT
    Ada sejumlah kategori yang disiapkan dalam detikSumatera Awards, seperti Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji, Anugerah Program Ekonomi Terpuji, Anugerah Program Bisnis Terpuji, dan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan.

    Selain empat kategori tersebut, penilaian juga mencakup berbagai sektor strategis seperti infrastruktur, digitalisasi, pendidikan, kebudayaan, dan lainnya.

    Perlu diketahui Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus berkomitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan. Sejumlah program strategis berbasis kemitraan masyarakat dan pengamanan preventif sudah dijalankan.

    Di antaranya seperti program SAROMA (Sambang Ronda Malam) sistem pengamanan swakarsa (Satkamling), Kemudian SULING (Subuh Keliling atau Safari Subuh) dan Jumat Curhat & Kedai “DEKAT”. Beberapa program ini berfokus pada pendekatan kepada masyarakat demi menjaga keamanan kamtibmas melalui cara yang humanis.

    Selain itu, Polda Sumsel juga memiliki beberapa program dan kolaborasi khusus yang menempatkan komunitas ojek online (ojol) sebagai mitra strategis dalam menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta keselamatan berlalu lintas di wilayah Sumsel.

    Di antaranya Fasilitas Kedai ADO Presisi (Pusat Fasilitas Ojol) Peresmian Kedai ADO Presisi, serta puluhan Kedai Kamtibmas di Polres jajaran, yang difungsikan sebagai rumah singgah, ruang berkumpul komunitas, stan layanan kepolisian, hingga tempat servis/steam motor untuk pengemudi ojol. Tempat ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog edukasi Kamtibmas.

    Kemudian Gerakan Community Policing & Deklarasi “Nyago Bumi Sriwijaya” di mana para pengemudi ojol dirangkul sebagai “mata dan telinga” kepolisian di jalanan. Melalui apel dan deklarasi bersama, para ojol dibekali akses pelaporan cepat (seperti call center 110/aplikasi darurat) untuk segera merespons dan melaporkan potensi tindak kejahatan jalanan, kecelakaan, atau gangguan keamanan.

    “Nyago Bumi Sriwijaya” (atau Jago Bumi Sriwijaya) adalah salah satu program atau gerakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang diinisiasi oleh Polda Sumsel di bawah kepemimpinan Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho dan saat deklarasi di Palembang juga dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    “Kita tidak membutuhkan seorang pahlawan tunggal Superman seperti yang ada di televisi, melainkan membutuhkan sebuah Super Team yang dibangun dari seluruh komponen yang ada. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga hanya melalui kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat kita mampu menciptakan situasi,” kata Kapolda Sumsel.

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Raih detikSumatera Awards Kategori Keamanan-Ketahanan Energi

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Raih detikSumatera Awards Kategori Keamanan-Ketahanan Energi

    Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho meraih penghargaan detikSumatera Awards 2026 (Foto: Rio Roma Dhoni)
    Jakarta – Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho meraih penghargaan detikSumatera Awards 2026 untuk kategori Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya.
    Polda Sumsel meraih penghargaan tersebut atas program-program yang telah dijalankan untuk menjaga keamanan kamtibmas, serta mendukung ketahanan energi di wilayah Sumsel.

    Penghargaan itu diterima langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho saat di acara detikSumatera Awards 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026) malam. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Transmedia Latif Handoko.

    Sebagai informasi, detikSumatera Awards 2026 turut digagas detikSumut dan detikSumbagsel sebagai regional detikcom untuk wilayah Pulau Sumatera. Acara ini disiarkan langsung melalui platform resmi detikcom, detikSumut dan detikSumbagsel.

    Ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi bagi para tokoh, institusi pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga korporasi swasta yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan dan kemajuan Sumatera.

    ADVERTISEMENT
    Ada sejumlah kategori yang disiapkan dalam detikSumatera Awards, seperti Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji, Anugerah Program Ekonomi Terpuji, Anugerah Program Bisnis Terpuji, dan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan.

    Selain empat kategori tersebut, penilaian juga mencakup berbagai sektor strategis seperti infrastruktur, digitalisasi, pendidikan, kebudayaan, dan lainnya.

    Perlu diketahui Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus berkomitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan. Sejumlah program strategis berbasis kemitraan masyarakat dan pengamanan preventif sudah dijalankan.

    Di antaranya seperti program SAROMA (Sambang Ronda Malam) sistem pengamanan swakarsa (Satkamling), Kemudian SULING (Subuh Keliling atau Safari Subuh) dan Jumat Curhat & Kedai “DEKAT”. Beberapa program ini berfokus pada pendekatan kepada masyarakat demi menjaga keamanan kamtibmas melalui cara yang humanis.

    Selain itu, Polda Sumsel juga memiliki beberapa program dan kolaborasi khusus yang menempatkan komunitas ojek online (ojol) sebagai mitra strategis dalam menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta keselamatan berlalu lintas di wilayah Sumsel.

    Di antaranya Fasilitas Kedai ADO Presisi (Pusat Fasilitas Ojol) Peresmian Kedai ADO Presisi, serta puluhan Kedai Kamtibmas di Polres jajaran, yang difungsikan sebagai rumah singgah, ruang berkumpul komunitas, stan layanan kepolisian, hingga tempat servis/steam motor untuk pengemudi ojol. Tempat ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog edukasi Kamtibmas.

    Kemudian Gerakan Community Policing & Deklarasi “Nyago Bumi Sriwijaya” di mana para pengemudi ojol dirangkul sebagai “mata dan telinga” kepolisian di jalanan. Melalui apel dan deklarasi bersama, para ojol dibekali akses pelaporan cepat (seperti call center 110/aplikasi darurat) untuk segera merespons dan melaporkan potensi tindak kejahatan jalanan, kecelakaan, atau gangguan keamanan.

    “Nyago Bumi Sriwijaya” (atau Jago Bumi Sriwijaya) adalah salah satu program atau gerakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang diinisiasi oleh Polda Sumsel di bawah kepemimpinan Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho dan saat deklarasi di Palembang juga dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    “Kita tidak membutuhkan seorang pahlawan tunggal Superman seperti yang ada di televisi, melainkan membutuhkan sebuah Super Team yang dibangun dari seluruh komponen yang ada. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga hanya melalui kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat kita mampu menciptakan situasi,” kata Kapolda Sumsel.

  • Kapolda Sumsel Raih detikSumatera Awards Kategori Keamanan-Ketahanan Energi

    Kapolda Sumsel Raih detikSumatera Awards Kategori Keamanan-Ketahanan Energi

    Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho meraih penghargaan detikSumatera Awards 2026 (Foto: Rio Roma Dhoni)
    Jakarta – Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho meraih penghargaan detikSumatera Awards 2026 untuk kategori Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya.
    Polda Sumsel meraih penghargaan tersebut atas program-program yang telah dijalankan untuk menjaga keamanan kamtibmas, serta mendukung ketahanan energi di wilayah Sumsel.

    Penghargaan itu diterima langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho saat di acara detikSumatera Awards 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026) malam. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Transmedia Latif Handoko.

    Sebagai informasi, detikSumatera Awards 2026 turut digagas detikSumut dan detikSumbagsel sebagai regional detikcom untuk wilayah Pulau Sumatera. Acara ini disiarkan langsung melalui platform resmi detikcom, detikSumut dan detikSumbagsel.

    Ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi bagi para tokoh, institusi pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga korporasi swasta yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan dan kemajuan Sumatera.

    ADVERTISEMENT
    Ada sejumlah kategori yang disiapkan dalam detikSumatera Awards, seperti Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji, Anugerah Program Ekonomi Terpuji, Anugerah Program Bisnis Terpuji, dan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan.

    Selain empat kategori tersebut, penilaian juga mencakup berbagai sektor strategis seperti infrastruktur, digitalisasi, pendidikan, kebudayaan, dan lainnya.

    Perlu diketahui Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus berkomitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan. Sejumlah program strategis berbasis kemitraan masyarakat dan pengamanan preventif sudah dijalankan.

    Di antaranya seperti program SAROMA (Sambang Ronda Malam) sistem pengamanan swakarsa (Satkamling), Kemudian SULING (Subuh Keliling atau Safari Subuh) dan Jumat Curhat & Kedai “DEKAT”. Beberapa program ini berfokus pada pendekatan kepada masyarakat demi menjaga keamanan kamtibmas melalui cara yang humanis.

    Selain itu, Polda Sumsel juga memiliki beberapa program dan kolaborasi khusus yang menempatkan komunitas ojek online (ojol) sebagai mitra strategis dalam menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta keselamatan berlalu lintas di wilayah Sumsel.

    Di antaranya Fasilitas Kedai ADO Presisi (Pusat Fasilitas Ojol) Peresmian Kedai ADO Presisi, serta puluhan Kedai Kamtibmas di Polres jajaran, yang difungsikan sebagai rumah singgah, ruang berkumpul komunitas, stan layanan kepolisian, hingga tempat servis/steam motor untuk pengemudi ojol. Tempat ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog edukasi Kamtibmas.

    Kemudian Gerakan Community Policing & Deklarasi “Nyago Bumi Sriwijaya” di mana para pengemudi ojol dirangkul sebagai “mata dan telinga” kepolisian di jalanan. Melalui apel dan deklarasi bersama, para ojol dibekali akses pelaporan cepat (seperti call center 110/aplikasi darurat) untuk segera merespons dan melaporkan potensi tindak kejahatan jalanan, kecelakaan, atau gangguan keamanan.

    “Nyago Bumi Sriwijaya” (atau Jago Bumi Sriwijaya) adalah salah satu program atau gerakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang diinisiasi oleh Polda Sumsel di bawah kepemimpinan Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho dan saat deklarasi di Palembang juga dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    “Kita tidak membutuhkan seorang pahlawan tunggal Superman seperti yang ada di televisi, melainkan membutuhkan sebuah Super Team yang dibangun dari seluruh komponen yang ada. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga hanya melalui kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat kita mampu menciptakan situasi,” kata Kapolda Sumsel.

  • Kapolda Sumsel Raih detikSumatera Awards Kategori Keamanan-Ketahanan Energi

    Kapolda Sumsel Raih detikSumatera Awards Kategori Keamanan-Ketahanan Energi

    Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho meraih penghargaan detikSumatera Awards 2026 (Foto: Rio Roma Dhoni)
    Jakarta – Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho meraih penghargaan detikSumatera Awards 2026 untuk kategori Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya.
    Polda Sumsel meraih penghargaan tersebut atas program-program yang telah dijalankan untuk menjaga keamanan kamtibmas, serta mendukung ketahanan energi di wilayah Sumsel.

    Penghargaan itu diterima langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho saat di acara detikSumatera Awards 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026) malam. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Transmedia Latif Handoko.

    Sebagai informasi, detikSumatera Awards 2026 turut digagas detikSumut dan detikSumbagsel sebagai regional detikcom untuk wilayah Pulau Sumatera. Acara ini disiarkan langsung melalui platform resmi detikcom, detikSumut dan detikSumbagsel.

    Ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi bagi para tokoh, institusi pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga korporasi swasta yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan dan kemajuan Sumatera.

    ADVERTISEMENT
    Ada sejumlah kategori yang disiapkan dalam detikSumatera Awards, seperti Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji, Anugerah Program Ekonomi Terpuji, Anugerah Program Bisnis Terpuji, dan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan.

    Selain empat kategori tersebut, penilaian juga mencakup berbagai sektor strategis seperti infrastruktur, digitalisasi, pendidikan, kebudayaan, dan lainnya.

    Perlu diketahui Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus berkomitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan. Sejumlah program strategis berbasis kemitraan masyarakat dan pengamanan preventif sudah dijalankan.

    Di antaranya seperti program SAROMA (Sambang Ronda Malam) sistem pengamanan swakarsa (Satkamling), Kemudian SULING (Subuh Keliling atau Safari Subuh) dan Jumat Curhat & Kedai “DEKAT”. Beberapa program ini berfokus pada pendekatan kepada masyarakat demi menjaga keamanan kamtibmas melalui cara yang humanis.

    Selain itu, Polda Sumsel juga memiliki beberapa program dan kolaborasi khusus yang menempatkan komunitas ojek online (ojol) sebagai mitra strategis dalam menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta keselamatan berlalu lintas di wilayah Sumsel.

    Di antaranya Fasilitas Kedai ADO Presisi (Pusat Fasilitas Ojol) Peresmian Kedai ADO Presisi, serta puluhan Kedai Kamtibmas di Polres jajaran, yang difungsikan sebagai rumah singgah, ruang berkumpul komunitas, stan layanan kepolisian, hingga tempat servis/steam motor untuk pengemudi ojol. Tempat ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog edukasi Kamtibmas.

    Kemudian Gerakan Community Policing & Deklarasi “Nyago Bumi Sriwijaya” di mana para pengemudi ojol dirangkul sebagai “mata dan telinga” kepolisian di jalanan. Melalui apel dan deklarasi bersama, para ojol dibekali akses pelaporan cepat (seperti call center 110/aplikasi darurat) untuk segera merespons dan melaporkan potensi tindak kejahatan jalanan, kecelakaan, atau gangguan keamanan.

    “Nyago Bumi Sriwijaya” (atau Jago Bumi Sriwijaya) adalah salah satu program atau gerakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang diinisiasi oleh Polda Sumsel di bawah kepemimpinan Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho dan saat deklarasi di Palembang juga dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    “Kita tidak membutuhkan seorang pahlawan tunggal Superman seperti yang ada di televisi, melainkan membutuhkan sebuah Super Team yang dibangun dari seluruh komponen yang ada. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga hanya melalui kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat kita mampu menciptakan situasi,” kata Kapolda Sumsel.

  • Cegah ISPA akibat Karhutla, Kapolda Sumsel Bagikan Ribuan Masker Kepada Masyarakat

    Cegah ISPA akibat Karhutla, Kapolda Sumsel Bagikan Ribuan Masker Kepada Masyarakat

    Jakarta – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) membagikan ribuan masker secara serentak kepada masyarakat. Langkah preventif ini dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari paparan asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin langsung pendistribusian alat pelindung pernapasan tersebut. Penyaluran bantuan kesehatan ini menargetkan para pelajar hingga berbagai elemen masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Jajaran kepolisian mendistribusikan masker melalui Biddokkes Polda Sumsel hingga belasan resor kepolisian (Polres) tingkat kabupaten/kota.

    Kepedulian terhadap kesehatan anak-anak turut ditunjukkan Kapolda Sumsel beserta Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel di TK Kemala Bhayangkari 1 Palembang. Jenderal bintang dua tersebut memakaikan masker secara langsung kepada para siswa. Penyerahan bingkisan juga dilakukan sebagai bentuk perhatian khusus bagi anak-anak di tengah kepungan asap Karhutla.

    Seluruh Kapolrestabes, Kapolres, hingga Kapolsek diarahkan untuk turun memimpin pembagian masker di wilayah hukum masing-masing. Kehadiran pimpinan di lapangan diharapkan mampu memperkuat edukasi terkait pentingnya perlindungan diri. Kualitas udara yang memburuk menuntut kesadaran tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

    Kabid Dokkes Polda Sumsel menyoroti pentingnya langkah pencegahan demi mengantisipasi dampak buruk kabut asap. Masyarakat diimbau untuk disiplin menggunakan alat pelindung serta menjaga kelembapan saluran pernapasan secara optimal.

    “Masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, selain itu juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih. Dampak yang paling sering dijumpai adalah gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk kering maupun berdahak, rasa kering dan tidak nyaman pada tenggorokan, serta demam,” ujar Kabid Dokkes Polda Sumsel pada keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

    Upaya perlindungan kesehatan ini menjadi bagian integral dari operasi penanganan Karhutla secara komprehensif. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan komitmen institusinya dalam mengawal keselamatan warga. Pihaknya memastikan penanganan bencana ini tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman sumber titik api di lapangan semata.

    “Penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh. Selain pencegahan dan penanganan titik api, dampak asap terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian. Melalui pembagian masker ini, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan,” kata Nandang.

    Polda Sumsel terus mengingatkan warga agar segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan pernapasan. Kehadiran personel kepolisian di sekolah, masjid, dan ruang publik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama. Kolaborasi aktif sangat dibutuhkan demi menekan risiko kesehatan akibat bencana kabut asap Karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

  • Cegah ISPA akibat Karhutla, Kapolda Sumsel Bagikan Ribuan Masker

    Cegah ISPA akibat Karhutla, Kapolda Sumsel Bagikan Ribuan Masker

    Jakarta – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) membagikan ribuan masker secara serentak kepada masyarakat. Langkah preventif ini dilakukan untuk melindungi kesehatan warga dari paparan asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin langsung pendistribusian alat pelindung pernapasan tersebut. Penyaluran bantuan kesehatan ini menargetkan para pelajar hingga berbagai elemen masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Jajaran kepolisian mendistribusikan masker melalui Biddokkes Polda Sumsel hingga belasan resor kepolisian (Polres) tingkat kabupaten/kota.

    Kepedulian terhadap kesehatan anak-anak turut ditunjukkan Kapolda Sumsel beserta Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel di TK Kemala Bhayangkari 1 Palembang. Jenderal bintang dua tersebut memakaikan masker secara langsung kepada para siswa. Penyerahan bingkisan juga dilakukan sebagai bentuk perhatian khusus bagi anak-anak di tengah kepungan asap Karhutla.

    Seluruh Kapolrestabes, Kapolres, hingga Kapolsek diarahkan untuk turun memimpin pembagian masker di wilayah hukum masing-masing. Kehadiran pimpinan di lapangan diharapkan mampu memperkuat edukasi terkait pentingnya perlindungan diri. Kualitas udara yang memburuk menuntut kesadaran tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

    Kabid Dokkes Polda Sumsel menyoroti pentingnya langkah pencegahan demi mengantisipasi dampak buruk kabut asap. Masyarakat diimbau untuk disiplin menggunakan alat pelindung serta menjaga kelembapan saluran pernapasan secara optimal.

    “Masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, selain itu juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih. Dampak yang paling sering dijumpai adalah gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk kering maupun berdahak, rasa kering dan tidak nyaman pada tenggorokan, serta demam,” ujar Kabid Dokkes Polda Sumsel pada keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

    Upaya perlindungan kesehatan ini menjadi bagian integral dari operasi penanganan Karhutla secara komprehensif. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan komitmen institusinya dalam mengawal keselamatan warga. Pihaknya memastikan penanganan bencana ini tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman sumber titik api di lapangan semata.

    “Penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh. Selain pencegahan dan penanganan titik api, dampak asap terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian. Melalui pembagian masker ini, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan,” kata Nandang.

    Polda Sumsel terus mengingatkan warga agar segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan pernapasan. Kehadiran personel kepolisian di sekolah, masjid, dan ruang publik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama. Kolaborasi aktif sangat dibutuhkan demi menekan risiko kesehatan akibat bencana kabut asap Karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

  • Di Tengah Tekanan dan Situasi Jakarta yang Genting, Buher Tetap Tampil Tenang di Hadapan Publik

    Di Tengah Tekanan dan Situasi Jakarta yang Genting, Buher Tetap Tampil Tenang di Hadapan Publik

    JAKARTA — Ketika Jakarta riuh oleh aksi massa, derasnya informasi dan berbagai isu di media sosial, Kombes Pol Budi Hermanto menjadi salah satu wajah Polda Metro Jaya yang paling sering berada di depan kamera.

    Sebagai Kabid Humas, Budi dituntut selalu siap memberikan jawaban. Sebelum aksi, saat situasi berlangsung, hingga ketika keadaan mulai mereda.

    Tugas itu bukan perkara mudah. Seorang juru bicara harus cepat merespons, tetapi tetap akurat; tegas, namun terukur. Sebab, satu kata dapat membentuk persepsi publik.

    Dari Reserse ke Garis Depan Informasi

    Lulusan Akpol 2000 ini memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan siber. Ia pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kapolres Batu, Kapolresta Malang Kota hingga Kasubdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri.

    Kini medan tugasnya berbeda. Ia berhadapan bukan hanya dengan persoalan hukum, tetapi juga opini publik, pemberitaan, kritik dan derasnya media sosial.

    Salah satu ujiannya muncul ketika persoalan rekening Mandiri milik Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), menjadi sorotan.

    Ketika narasi “pemblokiran rekening” berkembang, Budi tampil memberikan penjelasan. Ia menyampaikan bahwa tindakan tersebut berkaitan dengan permohonan penundaan transaksi

    Bagi publik, perbedaan istilah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi komunikasi institusi, istilah dapat menentukan persepsi.

    Menjadi juru bicara bukan hanya tampil membawa kabar baik. Justru ketika institusi sedang disorot dan dipertanyakan, keberanian untuk tetap hadir menjadi penting.

    Budi Berada di Depan.

    Tentu, kondusifnya Jakarta bukan hasil kerja seorang Kabid Humas. Ada ribuan personel, pemerintah, masyarakat, tokoh masyarakat, media dan berbagai pihak yang ikut menjaga situasi.

    Namun komunikasi publik tetap memiliki peran penting.

    Ketika situasi tegang, publik membutuhkan informasi. Ketika kabar simpang siur, publik membutuhkan klarifikasi. Dan ketika keadaan mulai tenang, publik membutuhkan kepastian.

    Di tengah semua itu, Budi Hermanto menjalankan perannya sebagai jembatan informasi antara kepolisian dan masyarakat.

    Mungkin kamera hanya merekam beberapa menit. Tetapi di baliknya ada informasi yang harus diverifikasi, perkembangan yang harus dipantau dan pertanyaan yang harus dijawab.

    Ketika Jakarta gaduh, Budi tetap bicara. Ketika institusinya dikritik, ia tetap tampil.

    Dan ketika kota kembali bergerak normal, kerja seorang juru bicara mungkin tidak selalu terlihat.

    Tetapi setidaknya, Budi telah menunjukkan satu hal sederhana, ketika publik membutuhkan jawaban, ia memilih untuk tetap berada di depan.**

  • Di Tengah Tekanan dan Situasi Jakarta yang Genting, Buher Tetap Tampil Tenang di Hadapan Publik

    Di Tengah Tekanan dan Situasi Jakarta yang Genting, Buher Tetap Tampil Tenang di Hadapan Publik

    JAKARTA — Ketika Jakarta riuh oleh aksi massa, derasnya informasi dan berbagai isu di media sosial, Kombes Pol Budi Hermanto menjadi salah satu wajah Polda Metro Jaya yang paling sering berada di depan kamera.

    Sebagai Kabid Humas, Budi dituntut selalu siap memberikan jawaban. Sebelum aksi, saat situasi berlangsung, hingga ketika keadaan mulai mereda.

    Tugas itu bukan perkara mudah. Seorang juru bicara harus cepat merespons, tetapi tetap akurat; tegas, namun terukur. Sebab, satu kata dapat membentuk persepsi publik.

    Dari Reserse ke Garis Depan Informasi

    Lulusan Akpol 2000 ini memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan siber. Ia pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kapolres Batu, Kapolresta Malang Kota hingga Kasubdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri.

    Kini medan tugasnya berbeda. Ia berhadapan bukan hanya dengan persoalan hukum, tetapi juga opini publik, pemberitaan, kritik dan derasnya media sosial.

    Salah satu ujiannya muncul ketika persoalan rekening Mandiri milik Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), menjadi sorotan.

    Ketika narasi “pemblokiran rekening” berkembang, Budi tampil memberikan penjelasan. Ia menyampaikan bahwa tindakan tersebut berkaitan dengan permohonan penundaan transaksi

    Bagi publik, perbedaan istilah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi komunikasi institusi, istilah dapat menentukan persepsi.

    Menjadi juru bicara bukan hanya tampil membawa kabar baik. Justru ketika institusi sedang disorot dan dipertanyakan, keberanian untuk tetap hadir menjadi penting.

    Budi Berada di Depan.

    Tentu, kondusifnya Jakarta bukan hasil kerja seorang Kabid Humas. Ada ribuan personel, pemerintah, masyarakat, tokoh masyarakat, media dan berbagai pihak yang ikut menjaga situasi.

    Namun komunikasi publik tetap memiliki peran penting.

    Ketika situasi tegang, publik membutuhkan informasi. Ketika kabar simpang siur, publik membutuhkan klarifikasi. Dan ketika keadaan mulai tenang, publik membutuhkan kepastian.

    Di tengah semua itu, Budi Hermanto menjalankan perannya sebagai jembatan informasi antara kepolisian dan masyarakat.

    Mungkin kamera hanya merekam beberapa menit. Tetapi di baliknya ada informasi yang harus diverifikasi, perkembangan yang harus dipantau dan pertanyaan yang harus dijawab.

    Ketika Jakarta gaduh, Budi tetap bicara. Ketika institusinya dikritik, ia tetap tampil.

    Dan ketika kota kembali bergerak normal, kerja seorang juru bicara mungkin tidak selalu terlihat.

    Tetapi setidaknya, Budi telah menunjukkan satu hal sederhana, ketika publik membutuhkan jawaban, ia memilih untuk tetap berada di depan.**

  • Kombes Pol Budi Hermanto Menjaga Komunikasi Institusi di Tengah Riuh Jakarta

    Kombes Pol Budi Hermanto Menjaga Komunikasi Institusi di Tengah Riuh Jakarta

    JAKARTA — Ketika Jakarta riuh oleh aksi massa, derasnya informasi dan berbagai isu di media sosial, Kombes Pol Budi Hermanto menjadi salah satu wajah Polda Metro Jaya yang paling sering berada di depan kamera.

    Sebagai Kabid Humas, Budi dituntut selalu siap memberikan jawaban. Sebelum aksi, saat situasi berlangsung, hingga ketika keadaan mulai mereda.

    Tugas itu bukan perkara mudah. Seorang juru bicara harus cepat merespons, tetapi tetap akurat; tegas, namun terukur. Sebab, satu kata dapat membentuk persepsi publik.

    Dari Reserse ke Garis Depan Informasi

    Lulusan Akpol 2000 ini memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan siber. Ia pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kapolres Batu, Kapolresta Malang Kota hingga Kasubdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri.

    Kini medan tugasnya berbeda. Ia berhadapan bukan hanya dengan persoalan hukum, tetapi juga opini publik, pemberitaan, kritik dan derasnya media sosial.

    Salah satu ujiannya muncul ketika persoalan rekening Mandiri milik Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), menjadi sorotan.

    Ketika narasi “pemblokiran rekening” berkembang, Budi tampil memberikan penjelasan. Ia menyampaikan bahwa tindakan tersebut berkaitan dengan permohonan penundaan transaksi

    Bagi publik, perbedaan istilah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi komunikasi institusi, istilah dapat menentukan persepsi.

    Menjadi juru bicara bukan hanya tampil membawa kabar baik. Justru ketika institusi sedang disorot dan dipertanyakan, keberanian untuk tetap hadir menjadi penting.

    Budi Berada di Depan.

    Tentu, kondusifnya Jakarta bukan hasil kerja seorang Kabid Humas. Ada ribuan personel, pemerintah, masyarakat, tokoh masyarakat, media dan berbagai pihak yang ikut menjaga situasi.

    Namun komunikasi publik tetap memiliki peran penting.

    Ketika situasi tegang, publik membutuhkan informasi. Ketika kabar simpang siur, publik membutuhkan klarifikasi. Dan ketika keadaan mulai tenang, publik membutuhkan kepastian.

    Di tengah semua itu, Budi Hermanto menjalankan perannya sebagai jembatan informasi antara kepolisian dan masyarakat.

    Mungkin kamera hanya merekam beberapa menit. Tetapi di baliknya ada informasi yang harus diverifikasi, perkembangan yang harus dipantau dan pertanyaan yang harus dijawab.

    Ketika Jakarta gaduh, Budi tetap bicara. Ketika institusinya dikritik, ia tetap tampil.

    Dan ketika kota kembali bergerak normal, kerja seorang juru bicara mungkin tidak selalu terlihat.

    Tetapi setidaknya, Budi telah menunjukkan satu hal sederhana, ketika publik membutuhkan jawaban, ia memilih untuk tetap berada di depan.**

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto Tetap Hadir di Tengah Dinamika Kota Jakarta

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto Tetap Hadir di Tengah Dinamika Jakarta

    JAKARTA — Ketika Jakarta riuh oleh aksi massa, derasnya informasi dan berbagai isu di media sosial, Kombes Pol Budi Hermanto menjadi salah satu wajah Polda Metro Jaya yang paling sering berada di depan kamera.

    Sebagai Kabid Humas, Budi dituntut selalu siap memberikan jawaban. Sebelum aksi, saat situasi berlangsung, hingga ketika keadaan mulai mereda.

    Tugas itu bukan perkara mudah. Seorang juru bicara harus cepat merespons, tetapi tetap akurat; tegas, namun terukur. Sebab, satu kata dapat membentuk persepsi publik.

    Dari Reserse ke Garis Depan Informasi

    Lulusan Akpol 2000 ini memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan siber. Ia pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kapolres Batu, Kapolresta Malang Kota hingga Kasubdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri.

    Kini medan tugasnya berbeda. Ia berhadapan bukan hanya dengan persoalan hukum, tetapi juga opini publik, pemberitaan, kritik dan derasnya media sosial.

    Salah satu ujiannya muncul ketika persoalan rekening Mandiri milik Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), menjadi sorotan.

    Ketika narasi “pemblokiran rekening” berkembang, Budi tampil memberikan penjelasan. Ia menyampaikan bahwa tindakan tersebut berkaitan dengan permohonan penundaan transaksi

    Bagi publik, perbedaan istilah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi komunikasi institusi, istilah dapat menentukan persepsi.

    Menjadi juru bicara bukan hanya tampil membawa kabar baik. Justru ketika institusi sedang disorot dan dipertanyakan, keberanian untuk tetap hadir menjadi penting.

    Budi Berada di Depan.

    Tentu, kondusifnya Jakarta bukan hasil kerja seorang Kabid Humas. Ada ribuan personel, pemerintah, masyarakat, tokoh masyarakat, media dan berbagai pihak yang ikut menjaga situasi.

    Namun komunikasi publik tetap memiliki peran penting.

    Ketika situasi tegang, publik membutuhkan informasi. Ketika kabar simpang siur, publik membutuhkan klarifikasi. Dan ketika keadaan mulai tenang, publik membutuhkan kepastian.

    Di tengah semua itu, Budi Hermanto menjalankan perannya sebagai jembatan informasi antara kepolisian dan masyarakat.

    Mungkin kamera hanya merekam beberapa menit. Tetapi di baliknya ada informasi yang harus diverifikasi, perkembangan yang harus dipantau dan pertanyaan yang harus dijawab.

    Ketika Jakarta gaduh, Budi tetap bicara. Ketika institusinya dikritik, ia tetap tampil.

    Dan ketika kota kembali bergerak normal, kerja seorang juru bicara mungkin tidak selalu terlihat.

    Tetapi setidaknya, Budi telah menunjukkan satu hal sederhana, ketika publik membutuhkan jawaban, ia memilih untuk tetap berada di depan.**